Studi Mengungkap Dampak Pemompaan Air Tanah pada Pergeseran Kutub Rotasi Bumi
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pemompaan air tanah oleh manusia berpengaruh signifikan terhadap pergeseran kutub rotasi Bumi, dengan nilai mencapai sekitar 80 cm dalam 17 tahun terakhir.
Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan
Fenomena ini terkait erat dengan perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut yang berdampak pada keseimbangan lingkungan planet kita.
Fenomena pergeseran kutub rotasi Bumi telah menjadi sorotan dalam studi yang diterbitkan di jurnal Geophysical Research Letters. Penelitian ini menekankan hubungan antara pemompaan air tanah secara masif dan pergeseran tersebut.
Antara 1993 hingga 2010, diperkirakan sekitar 2.150 gigaton air tanah dipompa oleh manusia, sebagian besar untuk irigasi dan kebutuhan sehari-hari, yang kemudian mengalir ke lautan.
Senior peneliti mengungkapkan bahwa pemindahan air dari daratan ke lautan mengubah distribusi massa Bumi, yang selanjutnya mempengaruhi rotasi planet.
Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan
Ki-Weon Seo, pemimpin studi dan ahli geofisika dari Seoul National University, menggunakan analogi sederhana untuk menerangkan pergeseran ini. Ia mengatakan, 'Bayangkan Bumi sebagai gasing. Ketika kita memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain, seperti menambahkan sedikit beban pada gasing yang berputar.'
Para peneliti menganalisis data distribusi air untuk memodelkan dampak pemompaan air terhadap pergeseran kutub secara ilmiah.
“Mereka telah mengukur peran pemompaan air tanah pada gerakan kutub, dan itu cukup signifikan,” kata Surendra Adhikari, ilmuwan peneliti di NASA’s Jet Propulsion Laboratory.
Informasi dari studi ini tidak hanya relevan secara ilmiah, tetapi juga penting untuk kebijakan lingkungan. Data terkait pergeseran kutub rotasi Bumi bisa menjadi alat penting bagi konservasionis dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi menghadapi perubahan iklim.
Seo menegaskan, “Mengamati perubahan kutub rotasi Bumi sangat berguna untuk memahami variasi penyimpanan air skala benua.”
Kesadaran mengenai dampak aktivitas manusia sangat penting dalam merancang solusi guna mengurangi efek negatif seperti kenaikan permukaan laut yang mengancam berbagai wilayah.
Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: