BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 14:47 WIB

Pterygium: Memahami Gejala, Diagnosis, dan Pencegahannya

Pterygium: Memahami Gejala, Diagnosis, dan PencegahannyaPterygium: Memahami Gejala, Diagnosis, dan Pencegahannya

Pterygium adalah kondisi mata yang dapat berdampak signifikan pada kualitas penglihatan dan kenyamanan mata. Penyakit ini umumnya diakibatkan oleh paparan berlebihan terhadap sinar ultraviolet (UV).

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik

Gejala awalnya meliputi kemerahan dan iritasi pada bagian putih mata. Jika tidak segera ditangani, pterygium dapat berkembang menjadi masalah penglihatan yang lebih serius.

Apa Itu Pterygium?

Pterygium adalah kondisi di mana jaringan abnormal tumbuh di permukaan mata, terlihat seperti selaput putih yang menjulur dari bagian putih mata ke kornea. Pterygium sering muncul di kedua mata dan lebih umum pada individu yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Paparan sinar ultraviolet dari matahari merupakan penyebab utama pterygium. Selain itu, faktor lingkungan seperti debu dan angin juga berkontribusi pada perkembangan kondisi ini.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi pterygium cukup tinggi di Indonesia, terutama di daerah yang sering terpapar sinar matahari langsung.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Gejala dan Diagnosis Pterygium

Gejala pterygium dapat mencakup kemerahan, iritasi, serta sensasi berpasir atau gatal di mata. Pada tingkat yang lebih parah, pterygium dapat menyebabkan penglihatan yang kabur.

Diagnosis kondisi ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis mata melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan meneliti area yang terkena untuk menentukan tingkat keparahan pterygium.

Penggunaan alat optik tertentu juga dapat membantu dokter untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi pasien dan menentukan langkah pengobatan yang sesuai.

Perawatan dan Pencegahan

Perawatan awal untuk pterygium umumnya melibatkan penggunaan tetes mata untuk mengurangi peradangan dan ketidaknyamanan. Jika pterygium cukup besar dan mempengaruhi penglihatan, tindakan bedah mungkin diperlukan.

Untuk mencegah pterygium, disarankan untuk menggunakan kacamata hitam yang dapat melindungi dari sinar UV. Selain itu, menghindari paparan langsung sinar matahari pada jam-jam tertentu juga efektif untuk mencegah perkembangan kondisi ini.

Masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal agar debu dan polusi yang dapat memperparah kondisi ini dapat diminimalisir.

Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pterygium: Memahami Gejala, Diagnosis, dan Pencegahannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!