BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 16:41 WIB

Hubungan Memelihara Kucing dan Risiko Skizofrenia Berdasarkan Penelitian Terbaru

Hubungan Memelihara Kucing dan Risiko Skizofrenia Berdasarkan Penelitian TerbaruHubungan Memelihara Kucing dan Risiko Skizofrenia Berdasarkan Penelitian Terbaru

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kesehatan Mental Queensland, Australia, menunjukkan bahwa memelihara kucing dapat terkait dengan peningkatan risiko skizofrenia. Penelitian ini melibatkan analisis terhadap 17 studi yang dipimpin oleh Psikiater John McGrath.

Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Schizophrenia Bulletin pada tahun 2024, dan mencakup makalah dari 11 negara selama 44 tahun terakhir.

Gagasan Awal dan Penelitian Terkait

Gagasan bahwa kepemilikan kucing berkaitan dengan risiko skizofrenia pertama kali diajukan dalam penelitian yang diterbitkan pada tahun 1995. Dalam studi tersebut, parasit Toxoplasma gondii dianggap menjadi penyebab potensial.

Namun, penelitian selanjutnya memberikan kesimpulan yang beragam. Misalnya, studi dari Cureus pada tahun 2022 menemukan bahwa interaksi dengan kucing di masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko gangguan ini.

Di sisi lain, penelitian dari Plos One pada tahun 2019 tidak menemukan hubungan signifikan antara memelihara kucing dan risiko skizofrenia. Ini menunjukkan bahwa hasil penelitian di bidang ini masih bersifat ambigu.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanannya

Dampak Toxoplasma Gondii

Toxoplasma gondii adalah parasit yang dapat ditularkan melalui daging yang kurang matang atau feses kucing yang terinfeksi. Di Amerika Serikat, diperkirakan sekitar 40 juta orang terinfeksi oleh parasit ini.

Setelah masuk ke dalam tubuh, T. gondii dapat memengaruhi neurotransmiter dalam sistem saraf pusat. Dampak ini dapat berkontribusi pada perubahan kepribadian serta munculnya gejala psikotik, termasuk skizofrenia.

Namun, penting untuk dicatat bahwa hubungan ini tidak membuktikan bahwa parasit tersebut secara langsung menyebabkan perubahan, atau bahwa infeksi selalu ditularkan dari kucing kepada manusia.

Kualitas Penelitian dan Variabilitas Hasil

Sebagian besar penelitian yang ditinjau dalam analisis ini, yaitu 15 dari 17, bersifat studi kasus-kontrol. Metode ini tidak mampu menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung dan sering kali mengabaikan faktor lain dalam analisis.

Berbagai hasil yang diperoleh juga menunjukkan ketidakkonsistenan. Misalnya, jurnal dari Plos One tahun 2019 menemukan hubungan hanya pada anak-anak berusia 9 hingga 12 tahun.

Studi dari Schizophrenia Research pada tahun 2013 mengamati tidak adanya hubungan antara kepemilikan kucing dan skor skizotipi, meskipun individu yang pernah digigit kucing menunjukkan skor yang lebih tinggi.

Baca juga: Destinasi Menakjubkan untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Hubungan Memelihara Kucing dan Risiko Skizofrenia Berdasarkan Penelitian Terbaru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!