Kemajuan Transplantasi Ginjal Babi untuk Pasien Manusia di NYU Langone Health
Dokter di NYU Langone Health melaporkan kemajuan signifikan dalam membuat transplantasi ginjal babi menjadi kemungkinan nyata bagi pasien manusia.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Penelitian ini semakin relevan mengingat tingginya kebutuhan donor ginjal yang tidak dapat terpenuhi oleh ketersediaan yang ada.
Xenotransplantasi, atau transplantasi organ lintas spesies, menghadapi tantangan utama yaitu penolakan organ oleh sistem imun manusia. Hal ini menjadikan penelitian terhadap organ babi semakin relevan di tengah keterbatasan donor ginjal.
Dua studi yang diterbitkan di jurnal Nature baru-baru ini memperdalam pemahaman tentang cara untuk mencegah tubuh menyerang ginjal babi yang telah dimodifikasi genetik.
Penelitian ini menjadi penting mengingat sekitar 90.000 orang di Amerika Serikat menunggu donor ginjal, namun hanya sedikit yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kesehatan Kulit
Dalam penelitian yang dilaporkan oleh BBC, para dokter NYU melakukan transplantasi ginjal babi yang telah dimodifikasi ke dalam tubuh seorang donor otak mati, Maurice Miller, berusia 57 tahun. Miller sebelumnya ingin menyumbangkan organ, tetapi riwayat kanker membuatnya tidak bisa.
Keluarga Miller akhirnya setuju untuk menyumbangkan seluruh tubuhnya untuk penelitian. Selama 61 hari, tubuhnya dipertahankan dengan ventilator dan tindakan monitoring dilakukan secara berkala.
Tim peneliti mengambil biopsi ginjal dan memantau darah serta jaringan lainnya untuk mendapatkan data yang akurat tentang bagaimana tubuh bereaksi terhadap ginjal babi.
Dua kali terjadi episode penolakan terhadap ginjal babi, tetapi untuk pertama kalinya, penolakan tersebut berhasil dikendalikan dengan obat yang ada, sehingga ginjal berfungsi dengan baik. Dr. Robert Montgomery, peneliti utama, mengungkapkan bahwa temuan ini memberikan wawasan baru tentang obat imunosupresif yang efektif.
"Ini adalah pertama kalinya kita benar-benar bisa memahami episode penolakan ginjal babi dari awal sampai akhir pada tubuh manusia," kata Montgomery.
Riset ini menandai langkah penting, setelah kemajuan sebelumnya termasuk kasus pasien bernama Tim Andrews, yang berhasil menggunakan ginjal babi selama 271 hari sebelum penolakan terjadi.
Baca juga: Destinasi Menakjubkan untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: