BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 27 OKTOBER 2025 • 15:50 WIB

Stunting: Masalah Gizi Serius yang Mengancam Perkembangan Anak di Indonesia

Stunting: Masalah Gizi Serius yang Mengancam Perkembangan Anak di IndonesiaStunting: Masalah Gizi Serius yang Mengancam Perkembangan Anak di Indonesia

Stunting merupakan masalah serius yang memengaruhi perkembangan anak-anak di Indonesia, tercermin dalam angka prevalensi yang masih tinggi di berbagai wilayah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang optimal pada awal pertumbuhan, yang berpotensi berdampak jangka panjang.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik

Sindrom ini tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga kemampuan kognitif yang sangat penting untuk perkembangan mereka. Dengan 17,8% anak mengalami stunting di Indonesia pada tahun 2022, perlunya perhatian terhadap gizi anak menjadi semakin mendesak.

Apa Itu Stunting?

Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan anak berada di bawah standar pertumbuhan untuk usianya, sehingga menghalangi anak untuk tumbuh secara optimal. Hal ini sering kali disebabkan oleh kekurangan nutrisi yang memadai dalam periode awal kehidupan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan stunting sebagai tinggi badan yang kurang dari dua standar deviasi di bawah rata-rata pertumbuhan anak. Kondisi ini mencakup dampak mental dan fisik, yang bisa memengaruhi kesehatan jangka panjang.

Data dari tahun 2022 menunjukkan bahwa sekitar 17,8% anak di Indonesia mengalami stunting. Angka ini menunjukkan perlunya perhatian yang lebih besar terhadap pola makan dan ketersediaan gizi anak-anak.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah

Penyebab Stunting

Kekurangan gizi, terutama di seribu hari pertama kehidupan, yaitu dari kehamilan hingga usia dua tahun, menjadi salah satu penyebab utama stunting. Pada masa ini, kebutuhan nutrisi anak sangat krusial, dan kekurangan dapat berujung pada konsekuensi yang serius.

Faktor lingkungan, seperti akses terhadap air bersih dan sanitasi, juga turut berperan dalam terjadinya stunting. Lingkungan yang tidak sehat bisa menyebabkan infeksi, sehingga mengganggu penyerapan nutrisi oleh tubuh anak.

Ketidakberdayaan ekonomi orang tua sering kali berhubungan dengan stunting. Keluarga yang kurang mampu biasanya memiliki akses terbatas ke makanan bergizi yang diperlukan untuk pertumbuhan anak yang sehat.

Dampak Jangka Panjang Stunting

Dampak dari stunting tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan belajar mereka di sekolah. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami stunting lebih mungkin untuk memiliki prestasi akademik yang rendah.

Ada stigma sosial yang melekat pada anak-anak stunting, di mana mereka dianggap memiliki potensi yang lebih kecil untuk berkontribusi pada masyarakat. Hal ini dapat memperkuat siklus kemiskinan, di mana anak yang stunting berpeluang tinggal dalam kondisi ekonomi yang sulit saat dewasa.

Di masa dewasa, stunting juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Oleh karena itu, penanganan terhadap masalah ini harus dilakukan sejak awal untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.

Baca juga: Beware of Hidden Sugars in Your Favorite Foods

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Stunting: Masalah Gizi Serius yang Mengancam Perkembangan Anak di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!