Penggunaan Air Galon dalam Program Makan Bergizi Gratis untuk Menangkal Keracunan Pangan
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menginstruksikan penggunaan air mineral dalam kemasan galon untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah kualitas air yang dapat menyebabkan keracunan pangan.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik
Dalam acara di Jakarta, Nanik menekankan bahwa penggunaan air galon adalah solusi sementara hingga fasilitas pengelolaan air yang layak tersedia. Ini diharapkan dapat mengurangi risiko keracunan pangan pada anak-anak.
Nanik S. Deyang menegaskan bahwa semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tanpa akses air berkualitas harus menggunakan air galon untuk memasak menu MBG. "Kami wajibkan sekarang harus memakai air galon pak, sementara sebelum mereka mempunyai air yang dipastikan mempunyai kualitas (yang baik)," ujarnya.
Keputusan ini diambil setelah adanya laporan mengenai sejumlah kasus keracunan di Kabupaten Bandung Barat, dimana 72 persen disebabkan oleh kualitas air dalam penyajian makanan. BGN mencermati kualitas air sebagai faktor penting dalam penyediaan makanan bergizi.
Oleh karena itu, langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko dan memastikan keselamatan anak-anak yang menjadi fokus program ini.
Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga
Nanik menjelaskan pentingnya sanitasi lingkungan sekitar SPPG sebagai salah satu penyebab keracunan. "Maka dari itu, ia menyebut hal ini akan menjadi bagian dari Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola MBG yang akan disahkan pada waktu mendatang," jelaskannya.
Dadan Hindayana, Kepala BGN, sebelumnya juga menyoroti bahwa program MBG menyumbang 46 persen dari total kasus keracunan pangan. Namun, dia menekankan bahwa sisa 54 persen berasal dari sumber lain yang tidak terkait dengan MBG.
Memisahkan kasus yang disebabkan oleh MBG dan yang lainnya penting untuk mengambil langkah pencegahan yang lebih efektif. "Perlu saya jelaskan juga bahwa kasus keracunan pangan di Indonesia, itu tidak hanya dari MBG," tambah Dadan.
BGN berharap dengan keputusan ini, tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban keracunan akibat makanan dalam program MBG. Penggunaan air galon diharapkan menjadi transisi sebelum adanya fasilitas pengelolaan air yang lebih baik.
Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak dalam mengakses makanan bergizi. Kesadaran akan pentingnya kualitas air dan sanitasi perlu ditingkatkan di kalangan SPPG maupun masyarakat.
Komitmen BGN dalam meningkatkan kualitas gizi bangsa melalui program-program yang lebih baik akan terus berlanjut dan dipantau secara ketat.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Menjaga Kesehatan dan Kualitas Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: