Cuaca Panas Ekstrem Melanda Indonesia: Apa Penyebab dan Dampaknya?
Cuaca panas ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa dan Bali, dengan suhu yang menyentuh angka memprihatinkan.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa kondisi ini disebabkan oleh pergeseran posisi matahari.
BMKG mengidentifikasi bahwa cuaca yang sangat panas belakangan ini disebabkan oleh pergeseran semu matahari ke arah selatan Indonesia.
Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi, menyampaikan, "Saat ini kenapa terlihat sangat panas? Karena di sisi selatan, matahari sekarang itu udah bergeser, di posisi di selatan wilayah Indonesia."
Dampak dari pergeseran ini mempengaruhi pertumbuhan awan hujan yang semakin jarang terlihat.
Guswanto menambahkan, "Dan ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan. Sehingga inilah yang terasa panas, tidak ada awan yang menutup sinar matahari langsung."
BMKG memprediksi bahwa cuaca panas ekstrem ini akan mulai mereda pada akhir Oktober 2025, bersamaan dengan masuknya musim hujan.
Baca juga: Mencari Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan, "Cuaca panas ekstrem kemungkinan akan mulai mereda akhir Oktober hingga awal November, seiring masuknya musim hujan dan peningkatan tutupan awan."
Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh pergeseran semu matahari yang mengurangi tutupan awan, sehingga sinar matahari dapat menembus langsung ke permukaan.
"Kenapa terasa makin panas? Pertama, minim tutupan awan, sinar matahari langsung menembus tanpa hambatan," ungkapnya.
Suhu panas ini berdampak pada beberapa daerah, dengan DKI Jakarta mencatat suhu mencapai 35°C.
Surabaya dan Sidoarjo di Jawa Timur mengalami suhu tertinggi hingga 36°C, seperti yang diungkapkan oleh Guswanto, "Beberapa wilayah yang mencatat suhu tertinggi dan paling terdampak antara lain DKI Jakarta suhu mencapai 35°C. Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur suhu hingga 36°C."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: