styleguide.id – Overthinking atau berpikir berlebihan adalah fenomena umum yang dialami banyak orang. Hal ini terjadi ketika seseorang terjebak dalam keraguan dan kekhawatiran yang berlarut-larut.
Menariknya, ada penjelasan ilmiah di balik kondisi ini yang sering menimbulkan stres dan kecemasan yang berkepanjangan.
Overthinking merupakan kondisi di mana individu menganalisis dan memperdebatkan suatu masalah secara berulang. Kondisi ini sering kali berujung pada stres dan kecemasan yang berkepanjangan.
Sebagai contoh, saat bimbang memilih antara dua pilihan, sering kali seseorang tidak bisa tidur karena terus memikirkan keputusan yang diambil.
Berdasarkan berbagai studi, overthinking termasuk dalam kategori gangguan mental seperti kecemasan dan depresi. Hal ini dapat menyebabkan individu merasa terjebak dan tidak berdaya.
Ada beberapa faktor yang membuat seseorang rentan terhadap overthinking. Salah satu faktor utama adalah sifat kepribadian yang perfeksionis, di mana individu merasa harus mendapatkan hasil yang sempurna.
Pengalaman masa lalu yang menyakitkan atau trauma juga berkontribusi pada kecenderungan ini, di mana seseorang lebih banyak memikirkan ulang situasi sebelumnya.
Sebuah studi menunjukkan bahwa individu yang memiliki tingkat kecemasan tinggi cenderung mengalami overthinking lebih sering. Mereka merasa perlu untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan untuk menghindari kesalahan di masa depan.
Overthinking dapat memberikan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mental. Pertama, ini dapat memicu atau memperburuk gangguan kecemasan dan depresi yang sudah ada.
Kedua, jika tidak diatasi, overthinking dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Banyak individu yang merasa mentalnya lelah, kurang produktif, dan jauh dari orang-orang terkasih.
Meskipun mengatasi overthinking bukanlah hal yang mudah, beberapa metode dapat dicoba untuk menguranginya. Metode seperti mindfulness, meditasi, atau berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental dapat membantu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: