BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 30 JULI 2025 • 14:37 WIB

Meningkatnya Kasus Demam Berdarah: Apa yang Perlu Diketahui?

styleguide.id – Lonjakan kasus demam berdarah Dengue (DBD) menjadi perhatian serius di Indonesia. Hingga pekan ke-25 tahun 2025, Kementerian Kesehatan mencatat 79.843 kasus DBD, dengan 359 kematian.

Angka ini menunjukkan bahwa DBD bukan lagi sekadar penyakit musiman yang bisa dianggap sepele. Dalam konteks global, terdapat lebih dari 14 juta kasus DBD tercatat pada tahun 2024, menjadikannya yang tertinggi dalam satu dekade.

Kondisi DBD di Indonesia dan Dampaknya

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, kelompok usia 15-44 tahun paling sering mengalami infeksi DBD. Sementara itu, anak-anak dan remaja berusia 5-14 tahun memiliki angka kematian yang tertinggi.

Indonesia juga mencatat beban disability-adjusted life years (DALYs) tertinggi akibat Dengue pada tahun 2021, yang menunjukkan dampak serius penyakit ini terhadap kesehatan masyarakat. Dengan situasi ini, DBD menjadi masalah kesehatan publik yang perlu perhatian ekstra.

Dokter spesialis anak konsultan neurologi, Atilla Dewanti, mengungkapkan bahwa ‘Dengue itu bukan penyakit musiman, virusnya ada sepanjang tahun dan bisa menyerang siapa saja, di mana saja, tanpa memandang usia atau gaya hidupnya’.

Gejala dan Risiko DBD

Gejala DBD sering menyerupai flu, seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, mual, muntah, serta nyeri otot dan sendi. Jika tidak segera dikenali dan ditangani, penyakit ini dapat berkembang menjadi dengue shock syndrome (DSS) yang berisiko tinggi.

DSS dapat menyebabkan perdarahan hebat dan penurunan drastis tekanan darah yang berujung pada kematian. Dalam konteks ini, kesadaran masyarakat akan gejala DBD sangat penting untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini.

Atilla menekankan bahwa infeksi dengue dapat terjadi lebih dari satu kali akibat keberadaan empat serotipe virus yang berbeda. ‘Seseorang yang sembuh dari satu jenis virus dengue hanya kebal terhadap serotipe itu saja’, tambahnya.

Upaya Pencegahan dan Vaksinasi

Dalam menghadapi lonjakan kasus ini, pencegahan menjadi kunci utama. Menerapkan 3M Plus – menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk – adalah langkah yang disarankan.

Selain itu, vaksin Dengue yang kini tersedia dapat menjadi alternatif perlindungan untuk anak-anak dan orang dewasa. Atilla menyarankan agar untuk mendapatkan perlindungan optimal, individu perlu mendapatkan vaksin sesuai dengan dosis dan jadwal yang dianjurkan dokter.

Namun, perlu diingat bahwa hingga saat ini belum ada obat khusus untuk DBD. Penanganan yang ada saat ini masih bersifat simptomatik, yang hanya dapat meredakan gejala tanpa mengeliminasi virus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags dbd
BERITA TERBARU

Meningkatnya Kasus Demam Berdarah: Apa yang Perlu Diketahui?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!