Mitsubishi Fuso berhasil meraih penjualan sebanyak 25.613 unit pada tahun 2025, menjadikannya sebagai merek kendaraan komersial terlaris di Indonesia.
Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan di Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video
Dengan pangsa pasar sebesar 39,9 persen, Fuso menunjukkan peningkatan 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dominasi Penjualan Mitsubishi Fuso
Penjualan Mitsubishi Fuso di tahun 2025 menunjukkan angka yang signifikan dengan total 25.613 unit terjual, menjadikannya sebagai merek kendaraan komersial teratas di Indonesia.
Model light duty truck (LDT) Canter mendominasi dengan pangsa pasar 55,1 persen, meningkat 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dukungan Untuk Sektor Komersial
Dalam sektor kendaraan komersial, layanan purna jual yang handal sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan operasional.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), sebagai distributor resmi Fuso, berkomitmen untuk meningkatkan layanan dengan pendekatan 'Zero Down Time' dan memperluas jaringan dealer.
Fuso baru-baru ini membuka dealer baru di Kartasura, Jawa Tengah, dan Bandar Lampung, Lampung, sebagai bagian dari upaya memperluas akses kepada konsumen.
Inovasi dan Layanan Purna Jual
Fuso juga menghadirkan layanan Bengkel Siaga 24 Jam dan Mobile Workshop Service untuk mendukung produktivitas para pelanggan.
Digitalisasi menjadi fokus dengan pengembangan Runner Telematics dan aplikasi MyFUSO, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan kendaraan.
Aji Jaya, Sales & Marketing Director KTB, mengungkapkan, "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan luar biasa konsumen yang telah membawa Mitsubishi Fuso meraih pangsa pasar 39,9% dan tetap menjadi 'Absolut Nomor Satu' di tengah tantangan tahun 2025."
Baca juga: Menciptakan Kamar Tidur Nyaman untuk Tidur Berkualitas dengan Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: