Budaya matcha yang telah ada di Jepang selama lebih dari 400 tahun kini menghadapi ancaman serius dari produk tiruan yang semakin banyak bermunculan dari China.
Baca juga: Beware of Hidden Sugars in Your Favorite Foods
Matsatsugu Nonomura dari Marukyu Koyamaen menegaskan bahwa kualitas matcha aslinya jauh lebih unggul dibandingkan dengan produk tiruan tersebut.
Popularitas Matcha dan Meningkatnya Permintaan
Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas matcha latte telah mengalami lonjakan yang signifikan. Penampilan menarik dan rasa yang kaya ditambah dengan manfaat kesehatan yang dipercaya menjadi alasan utama permintaan yang meningkat.
Namun, peningkatan permintaan ini memberikan dampak yang cukup berat bagi para petani Jepang, yang kesulitan memenuhi pasokan. Mengingat tanaman teh hijau memerlukan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dan proses produksinya yang cukup rumit, tekanan ini semakin meningkat.
Nonomura menyatakan, 'Matcha kami, Isuzu, memiliki warna yang sangat indah dan aroma yang benar-benar luar biasa,' menunjukkan perbedaan yang jelas antara produk asli dan tiruan.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Menjaga Kesehatan dan Kualitas Hidup
Tantangan Terhadap Kualitas dan Keaslian Matcha
Para produsen Jepang sangat prihatin terhadap produk berkualitas rendah dari China yang sering kali dilabeli sebagai matcha Jepang. Hal ini bisa membingungkan konsumen yang mencari kualitas terbaik.
Nonomura menyatakan, 'Para produsen bekerja tanpa lelah untuk menyediakan produk premium bagi konsumen,' mencerminkan kekhawatiran industri yang mendalam mengenai dampak dari pemalsuan ini.
Sebagai respons terhadap masalah tersebut, kementerian pertanian Jepang mengutamakan pendaftaran merek di luar negeri untuk melindungi autentisitas matcha.
Peraturan dan Sikap Konsumen Terhadap Produk Palsu
Meskipun istilah 'matcha' tidak dapat didaftarkan sebagai merek dagang, ada beberapa nama seperti 'Uji matcha' yang diakui dan dilindungi di Jepang. Ini memberikan sedikit perlindungan bagi produk asli.
Kementerian Pertanian Jepang sedang berupaya menangani produk palsu yang merugikan pasar, termasuk melobi pihak berwenang di negara lain, seperti China.
Di sisi lain, Nonomura menekankan pentingnya transparansi dalam branding bagi produsen China jika mereka ingin bersaing secara jujur dan tidak merugikan produk asli.
Baca juga: Pentingnya Mengenali Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: