Daging meltique kini menarik perhatian sebagai pilihan bagi penggemar steak yang ingin menikmati cita rasa premium tanpa merogoh kocek dalam-dalam.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Proses pengolahannya yang unik dan aspek keamanan konsumsi menjadi pertimbangan penting bagi mereka yang ingin mencobanya.
Apa Itu Daging Meltique?
Daging meltique dihasilkan melalui teknologi khusus dengan metode injeksi lemak ke dalam serat otot daging.
Proses ini bertujuan menciptakan efek marbling serupa dengan daging wagyu yang terkenal lembut dan beraroma kaya.
Teknologi ini pertama kali dikembangkan di Jepang pada tahun 1981 oleh Hokubee Co. untuk meningkatkan kualitas daging sapi di Hokkaido.
Metode injeksi ini diilhami oleh teknik 'pique' dari Prancis pada tahun 1960-an untuk memperbaiki kelembutan dan rasa daging.
Keamanan Konsumsi Daging Meltique
Pertanyaan tentang keamanan daging meltique muncul seiring dengan adanya lemak tambahan yang disuntikkan.
Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga
Menurut Chowhound, daging meltique aman karena lemak yang digunakan berasal dari lemak sapi atau minyak nabati yang memenuhi standar keamanan pangan.
Proses injeksi lemak ini diawasi agar sesuai dengan regulasi kesehatan yang ketat.
Meski aman, daging meltique memiliki kandungan lemak intramuskular lebih tinggi dibandingkan daging sapi biasa, yang perlu dicermati bagi mereka yang menghindari lemak tinggi.
Manfaat dan Pertimbangan Konsumsi
Lemak intramuskular dalam jumlah moderat dapat membantu penyerapan vitamin dan memberikan energi.
Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik serta penyakit kardiovaskular.
Konsumen diimbau untuk mengontrol asupan kalori harian dan memilih daging berkualitas dengan kandungan lemak tak jenuh lebih tinggi.
Daging meltique menjadi pilihan alternatif untuk menikmati marbling tanpa biaya tinggi, asalkan dikonsumsi secara bijak.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: