Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 17:20 WIB

Kepopuleran Bandrek: Minuman Hangat Khas Sunda yang Selalu Diminati

Author

Kepopuleran Bandrek: Minuman Hangat Khas Sunda yang Selalu Diminati

Bandrek, minuman hangat khas Sunda, kembali menjadi primadona saat hujan turun. Dengan aroma rempah yang menggugah selera, bandrek tak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menghibur jiwa.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Tradisi menikmati bandrek ini sudah ada sejak lama dan hingga kini tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Tak heran jika setiap kali hujan, penjual bandrek selalu kebanjiran pelanggan.

Asal Usul Bandrek

Bandrek berasal dari tradisi masyarakat Sunda yang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Konon, minuman ini awalnya dibuat untuk menghangatkan tubuh di tengah cuaca dingin.

Proses pembuatan bandrek melibatkan campuran jahe, gula merah, dan rempah-rempah lainnya. Kombinasi ini diracik dengan cara tradisional untuk menghasilkan cita rasa yang khas dan menenangkan.

Baca juga: Patung Superhero Milik Anggota DPR Ini Jadi Korban Penjarahan

Bahan-bahan Utama Bandrek

Bahan utama dalam bandrek adalah jahe, yang dikenal sebagai pereda masuk angin. Jahe dipadukan dengan gula merah untuk memberikan rasa manis yang alami.

Selain jahe dan gula merah, biasanya ditambahkan juga serai dan daun pandan untuk memberikan aroma yang segar. Beberapa varian juga menambahkan susu untuk menciptakan tekstur yang lebih lembut.

Manfaat dan Kepopuleran Bandrek

Bandrek tidak hanya terkenal karena rasanya yang nikmat, tetapi juga khasiatnya. Minuman ini dipercaya mampu menghangatkan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh saat cuaca tak menentu.

Kepopuleran bandrek semakin meningkat, terutama di kalangan masyarakat urban. Banyak kafe dan warung menjadikannya sebagai salah satu menu andalan, terutama saat hujan tiba.

Baca juga: Menciptakan Kamar Tidur Nyaman untuk Tidur Berkualitas dengan Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU