Di dunia fashion yang terus berkembang, konsep 'Quiet Luxury' mulai menarik perhatian banyak orang sebagai perubahan signifikan dalam cara pandang terhadap kemewahan dalam berpakaian.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Dengan menekankan pada kualitas, detail, dan kesederhanaan, Quiet Luxury menggantikan perhiasan mencolok dengan elemen yang lebih klasik dan elegan.
Apa Itu Quiet Luxury?
Quiet Luxury merupakan tren mode yang menekankan desain dan kualitas yang tak lekang oleh waktu, menggantikan logo besar dan gaya mencolok.
Tren ini muncul dari ketidakpuasan konsumen terhadap barang-barang mewah yang berlebihan dan lebih mengandalkan branding.
Dikenal juga sebagai 'stealth wealth', Quiet Luxury menjadi simbol status yang menjunjung nilai dan pengalaman, bukan sekadar penampilan luar.
Merek-merek seperti Loro Piana dan The Row memelopori gerakan ini, menampilkan produk berkualitas tinggi dengan fokus pada detail yang halus.
Mengapa Quiet Luxury Menjadi Populer?
Perubahan nilai generasi muda berkontribusi terhadap meningkatnya popularitas Quiet Luxury, di mana mereka lebih memilih kepraktisan dan keberlanjutan.
Baca juga: Uya Kuya Hadapi Penjarahan Rumah Setelah Viral Video Joget Anggota DPR RI
Generasi ini cenderung berinvestasi pada barang-barang yang tahan lama dengan nilai jangka panjang, berbeda dengan mode cepat yang cepat usang.
Media sosial berperan penting dalam menyebarluaskan kesadaran akan Quiet Luxury, dengan influencer dan tokoh publik mengenakan pakaian yang mencerminkan konsep ini.
Keputusan untuk tampil berkelas namun tetap nyaman menjadi daya tarik bagi banyak orang yang memiliki gaya hidup sibuk.
Dampak Quiet Luxury Terhadap Industri Fashion
Quiet Luxury tidak hanya mempengaruhi pilihan pakaian, tetapi juga strategi pemasaran merek fashion yang kini berfokus pada storytelling.
Merek-merek fashion berinvestasi dalam keberlanjutan, menggunakan bahan ramah lingkungan dan praktik produksi yang etis.
Konsumen yang semakin peduli terhadap isu-isu tersebut mendorong merek untuk beradaptasi dan menawarkan produk yang mencerminkan etika dan keberlanjutan.
Dengan tren ini, keterampilan dan kerajinan dalam mode kembali mendapatkan penghargaan, melebihi barang-produksi massal yang biasa.
Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Soal Royalti Lagu di DPR RI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: