Fenomena Quiet Luxury dalam Dunia Fashion: Perubahan Paradigma Kemewahan
Di dunia fashion yang terus berkembang, konsep 'Quiet Luxury' mulai menarik perhatian banyak orang sebagai perubahan signifikan dalam cara pandang terhadap kemewahan dalam berpakaian.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Dengan menekankan pada kualitas, detail, dan kesederhanaan, Quiet Luxury menggantikan perhiasan mencolok dengan elemen yang lebih klasik dan elegan.
Quiet Luxury merupakan tren mode yang menekankan desain dan kualitas yang tak lekang oleh waktu, menggantikan logo besar dan gaya mencolok.
Tren ini muncul dari ketidakpuasan konsumen terhadap barang-barang mewah yang berlebihan dan lebih mengandalkan branding.
Dikenal juga sebagai 'stealth wealth', Quiet Luxury menjadi simbol status yang menjunjung nilai dan pengalaman, bukan sekadar penampilan luar.
Merek-merek seperti Loro Piana dan The Row memelopori gerakan ini, menampilkan produk berkualitas tinggi dengan fokus pada detail yang halus.
Perubahan nilai generasi muda berkontribusi terhadap meningkatnya popularitas Quiet Luxury, di mana mereka lebih memilih kepraktisan dan keberlanjutan.
Baca juga: Uya Kuya Hadapi Penjarahan Rumah Setelah Viral Video Joget Anggota DPR RI
Generasi ini cenderung berinvestasi pada barang-barang yang tahan lama dengan nilai jangka panjang, berbeda dengan mode cepat yang cepat usang.
Media sosial berperan penting dalam menyebarluaskan kesadaran akan Quiet Luxury, dengan influencer dan tokoh publik mengenakan pakaian yang mencerminkan konsep ini.
Keputusan untuk tampil berkelas namun tetap nyaman menjadi daya tarik bagi banyak orang yang memiliki gaya hidup sibuk.
Quiet Luxury tidak hanya mempengaruhi pilihan pakaian, tetapi juga strategi pemasaran merek fashion yang kini berfokus pada storytelling.
Merek-merek fashion berinvestasi dalam keberlanjutan, menggunakan bahan ramah lingkungan dan praktik produksi yang etis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: