Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 13:59 WIB

Kecanduan Media Sosial: Mark Zuckerberg Menghadapi Tantangan di Pengadilan

Author

Kecanduan Media Sosial: Mark Zuckerberg Menghadapi Tantangan di Pengadilan

Mark Zuckerberg, CEO Meta, memberikan kesaksian dalam sebuah persidangan yang mempertanyakan dampak platform media sosial terhadap kesehatan mental generasi muda.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Persidangan yang berlangsung di Los Angeles ini menguji tanggung jawab Meta terkait penggunaan Instagram oleh anak-anak dan remaja.

Persidangan Mengenai Kecanduan Media Sosial

Dalam sesi persidangan pada tanggal 18 Februari, Zuckerberg menjawab pertanyaan soal dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak-anak. Penggugat, seorang wanita berusia 20 tahun bernama KGM, mengklaim bahwa penggunaan media sosial sejak dini memperburuk kondisi kesehatan mentalnya, termasuk depresi dan pikiran bunuh diri.

Masalah kecanduan yang ditimbulkan oleh platform seperti Instagram menjadi sorotan utama. Pengacara penggugat, Mark Lanier, menjabarkan argumen mengenai pengaruh negatif media sosial atas perkembangan mental anak-anak, menegaskan bahwa hal ini adalah isu yang krusial dan harus diperhatikan dengan serius.

Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix

Pernyataan dan Bukti di Pengadilan

Zuckerberg menyampaikan, "Saya masih setuju bahwa bukti ilmiah yang ada belum membuktikan media sosial menyebabkan gangguan kesehatan mental." Ia juga memasukkan pandangannya mengenai perlunya perusahaan untuk menangani pengguna yang rentan, dengan menekankan, "Saya pikir perusahaan yang rasional seharusnya berusaha membantu orang-orang yang menggunakan layanannya."

Selama persidangan, dokumen internal yang menguraikan kebijakan penggunaan dan usia verifikasi pengguna ditampilkan, menimbulkan keraguan mengenai keabsahan pernyataan Zuckerberg sebelumnya. Hal ini menunjukkan tantangan bagi Meta untuk meningkatkan transparansi dalam operasional perusahaan.

Tanggapan terhadap Kritikan dan Dampak Kebijakan

Zuckerberg mendapat kritik tajam dari berbagai kalangan, termasuk advokat anak-anak yang menilai kesaksiannya tidak transparan. Josh Golin, direktur eksekutif Fairplay, menyatakan, "Dia tidak dapat dipercaya, terutama dalam hal keamanan anak-anak," mengindikasikan kekhawatiran tentang keandalan pernyataan Zuckerberg.

Dalam diskusi yang terus berlanjut, Zuckerberg berusaha mempertahankan visi perusahaan untuk menciptakan platform yang bermanfaat. Meski begitu, bukti yang ada justru menyarankan pandangan yang berbeda mengenai kebijakan dan dampak nyata dari platform yang mereka tawarkan.

Baca juga: Tips Aman Berolahraga: Cara Mencegah Cedera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU