Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 10:57 WIB

Mengenal Sejarah dan Tradisi Hari Kasih Sayang di Seluruh Dunia

Author

Mengenal Sejarah dan Tradisi Hari Kasih Sayang di Seluruh Dunia

Hari Kasih Sayang, atau lebih dikenal sebagai Valentine's Day, jatuh pada tanggal 14 Februari dan dirayakan oleh banyak orang di seluruh dunia.

Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda

Perayaan ini bukan hanya sekadar ungkapan cinta antara pasangan, tetapi juga menyimpan sejarah dan makna yang kaya.

Asal Usul Valentine's Day

Sejarah Valentine's Day berkaitan dengan Festival Lupercalia yang diadakan pada tanggal 15 Februari di zaman kuno. Festival ini ditujukan untuk menghormati dewa kesuburan dalam masyarakat Romawi.

Selain itu, ada juga kisah St. Valentine, seorang pendeta yang menentang larangan pernikahan bagi pria muda oleh Kaisar Claudius II. Ia secara diam-diam menikahkan pasangan-pasangan tersebut dan akhirnya dieksekusi pada 14 Februari 270 Masehi.

Kematian St. Valentine pada tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Kasih Sayang. Kisahnya memberikan konteks penting bagi perayaan ini di seluruh dunia.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

Makna di Balik 14 Februari

Tanggal 14 Februari kemudian diasosiasikan dengan cinta dan pengorbanan. Banyak yang meyakini perayaan ini berlandaskan kisah St. Valentine, yang memperjuangkan hak untuk mencintai.

Hari Kasih Sayang tidak sekadar menjadi momen berbagi hadiah, tetapi juga memperingati istilah cinta yang kuat yang diterjemahkan dalam berbagai bentuk.

Kini, Valentine's Day telah menjadi simbol universal cinta dan kasih sayang, diterima oleh berbagai budaya tanpa memandang latar belakang keagamaan.

Tradisi Perayaan Valentine's Day

Tradisi perayaan Valentine's Day mulai populer di Inggris pada abad ke-18 dengan saling memberikan surat dan ucapan kasih. Generasi muda pada masa itu biasanya bertukar surat yang ditulis tangan untuk mengekspresikan perasaan.

Dengan kemajuan teknologi pada abad ke-19, surat yang ditulis tangan mulai beralih menjadi kartu cetak. Di Amerika Serikat, tradisi ini sudah dimulai lebih awal, yakni sejak abad ke-17.

Salah satu pelopor dalam industri ini adalah Esther A. Howland yang dikenal sebagai 'Ibu Valentine', yang mulai menjual kartu-kartu Valentine yang diproduksi massal pada tahun 1840. Kartu-kartunya hadir dengan desain yang menarik dan menjadi tren tersendiri dalam perayaan ini.

Baca juga: Beware of Hidden Sugars in Your Favorite Foods

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU