Senin, 05 JANUARI 2026 • 16:37 WIB

Rencana Serangan Siber AS Terhadap Venezuela: Pengakuan Mengejutkan Trump

Author

Rencana Serangan Siber AS Terhadap Venezuela: Pengakuan Mengejutkan Trump

Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai rencana untuk menculik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, melalui serangan siber. Dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Trump menjelaskan bagaimana tentara AS memadamkan listrik di Caracas, yang mengakibatkan ibu kota Venezuela terjebak dalam kegelapan.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Baik

Trump menyatakan, 'Di sana gelap, lampu di Caracas semuanya mati karena keahlian yang kami miliki.' Ini merupakan pengakuan pertama oleh AS tentang penggunaan serangan siber untuk menyerang negara lain, sebuah langkah yang biasanya dilakukan secara diam-diam.

Metode Serangan Siber yang Digunakan

Keahlian siber AS memungkinkan dilakukannya serangan yang menyebabkan pemadaman listrik di Caracas. Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Militer AS, menjelaskan bagaimana Komando Siber AS diaktifkan untuk menciptakan akses bagi tentara memasuki Venezuela.

Namun, Caine tidak memberikan rinci mengenai efek lebih lanjut dari operasi tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang dampak jangka panjang dari serangan siber yang dilakukan.

Baca juga: Denza Luncurkan MPV Mewah D9 dengan Harga Lebih Kompetitif

Dampak Pemadaman Listrik di Caracas

Pemadaman listrik di Caracas berdampak besar pada akses internet di wilayah tersebut. Grup pelacak aktivitas internet, NetBlocks, melaporkan bahwa pemadaman tersebut membuat akses internet mati total mulai Sabtu dini hari.

Pendiri NetBlocks, Al Toker, menegaskan bahwa pemadaman listrik disebabkan oleh serangan siber yang tertarget, menggangu komunikasi dan kontrol operasional bagi pemimpin Venezuela.

Ketegangan Politik di Kawasan Karibia

Ketegangan antara AS dan Venezuela terus meningkat meski terjadi penangkapan terhadap Presiden Maduro. Pejabat AS menegaskan bahwa mereka memiliki sekitar 15.000 personel di kawasan Karibia.

Dalam konteks ini, mereka juga membuka kemungkinan untuk intervensi militer lanjutan jika Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, tidak memenuhi tuntutan yang ditetapkan oleh Washington. Rodríguez mempertahankan sikap menantang, meski perbincangan keduanya belum sepenuhnya dipublikasikan.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU