Kritik Tajam Pavel Durov Terhadap Keamanan Museum Louvre Setelah Pencurian Besar-besaran
Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap sistem keamanan Museum Louvre menyusul insiden pencurian yang terjadi baru-baru ini.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Durov bahkan menyoroti upaya untuk membeli kembali perhiasan yang dicuri dan menyumbangkannya ke Louvre Abu Dhabi, menegaskan permasalahan serius dalam keamanan publik di Prancis.
Insiden Pencurian di Museum Louvre
Menurut laporan kepolisian, pencurian terjadi pada pagi hari tanggal 19 Oktober 2025, saat museum baru saja dibuka untuk pengunjung.
Empat pencuri menggunakan kendaraan dilengkapi lift mekanik untuk memasuki balkon Galerie d’Apollon, ruang yang menyimpan koleksi perhiasan bernilai tinggi dari berbagai era.
Setelah berhasil masuk, mereka mengancam penjaga dan memecahkan kaca dari dua etalase, mencuri delapan hingga sembilan artefak berharga seperti kalung, anting, dan tiara.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Kritikan Pavel Durov
Durov, yang dikenal dengan pandangannya yang kontroversial mengenai privasi dan sensor digital, menilai insiden ini sebagai 'tanda menyedihkan kemerosotan sebuah negara'.
Dalam unggahannya di media sosial X, dia menyatakan, 'Saya sama sekali tidak terkejut dengan perampokan di Louvre.'
Durov menekankan bahwa pemerintah Prancis lebih sering alih perhatian rakyat dengan ancaman semu dibandingkan mengatasi masalah yang lebih mendasar.
Reaksi Pengguna Media Sosial
Komentar Durov memicu beragam reaksi di dunia maya, di mana banyak pengguna membela pandangannya terkait lemahnya keamanan di museum terkenal tersebut.
Salah satu pengguna menyoroti, 'Bagaimana mungkin artefak tak ternilai tidak dilindungi kaca antipeluru atau mekanisme keamanan tinggi? Ini kelalaian luar biasa, bahkan tampak disengaja.'
Sejumlah netizen lainnya mencatat bahwa meskipun polisi dapat menangkap Durov, mereka tidak dapat menangkap para pencuri yang beraksi siang bolong.
Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: