Selebgram Clara Shinta kini menghadapi permasalahan dalam rumah tangganya dengan Muhammad Alexander Assad setelah hanya dua bulan menikah.
Baca juga: Denza Luncurkan MPV Mewah D9 dengan Harga Lebih Kompetitif
Melalui media sosialnya, Clara menyatakan keraguannya untuk mempertahankan hubungan ini dan menyoroti komunikasi buruk sebagai penyebab utama konflik.
Masalah Komunikasi dan Ego
Clara Shinta mengidentifikasi bahwa komunikasi yang buruk menjadi akar permasalahan antara dirinya dan suaminya. Dia mencatat, 'Dikarenakan banyak masalah kecil yang sulit untuk kami selesaikan karena komunikasi yang sangat buruk satu sama lain saling menahan ego masing-masing.'
Dalam ungkapannya, Clara juga mengakui bahwa dirinya berkontribusi pada kesalahan dalam hubungan ini, dengan sikap 'silent treatment' dari suaminya semakin memperparah situasi. Ia menggarisbawahi pentingnya komunikasi dalam menyelesaikan konflik dalam rumah tangga.
Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula
Janji yang Dilanggar dan Ditinggalkan
Salah satu faktor pemicu konflik dalam rumah tangganya adalah pelanggaran janji pranikah mengenai penghapusan foto mantan kekasih. Meskipun suaminya telah memenuhi janjinya, Clara mengaku belum melakukan penghapusan tersebut.
Ia menjelaskan, 'Murni kesalahanku yang lupa karena keseringan menunda sebenarnya masalahnya bisa diselesaikan dengan baik namun beliau memilih untuk pulang ke rumahnya dan tidak berkomunikasi dengan aku.'
Merasa Gagal dan Kehilangan Perlindungan
Clara mengungkapkan bahwa manajemen konflik yang buruk semakin memperburuk keadaan. Ia menghadapi tekanan yang signifikan dari sikap suaminya yang terus menghindar dan mendiamkannya.
Dia menyatakan, 'Aku memohon maaf kepada kalian semua karena ternyata sabarku enggak sekuat itu.' Clara menyampaikan penyesalan yang mendalam, bahkan sempat meninggalkan ibadah salat sebanyak tujuh kali.
Baca juga: Pentingnya Mengenali Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: