BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 MARET 2026 • 14:03 WIB

Mahindra Belum Terima Notifikasi Terkait Penundaan Impor Pick Up Ke Indonesia

Mahindra Belum Terima Notifikasi Terkait Penundaan Impor Pick Up Ke IndonesiaMahindra Belum Terima Notifikasi Terkait Penundaan Impor Pick Up Ke Indonesia

Mahindra, produsen otomotif asal India, mengonfirmasi bahwa mereka belum menerima informasi resmi mengenai penundaan impor kendaraan pick up Scorpio ke Indonesia. Hal ini menyusul adanya permintaan penundaan dari sejumlah pihak di Tanah Air.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Perusahaan tersebut menyatakan telah menerima pesanan sebanyak 35.000 unit pick up Scorpio dari Agrinas Pangan Nusantara, di mana uang muka sebesar 30 persen telah dibayarkan.

Klarifikasi Mahindra Terkait Pesanan Ekspor

Dalam pernyataannya yang dirilis pada 3 Maret 2026, Mahindra menyebutkan bahwa mereka belum berkomunikasi dengan pihak Indonesia mengenai potensi penundaan impor. Pesanan ekspor ini merupakan yang terbesar yang pernah diterima oleh perusahaan, dengan total 35.000 unit kendaraan komersial ringan direncanakan untuk dikirim tahun ini.

Proyek ini dikerjakan dalam kolaborasi dengan Agrinas Pangan Nusantara, yang telah membayar uang muka senilai Rp 7,39 triliun dari total pemesanan Rp 24,66 triliun. Hal ini menunjukkan komitmen dari pihak Agrinas untuk melanjutkan pemesanan.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebutkan bahwa pembayaran uang muka tersebut diperlukan karena sifat pemesanan yang khusus. "Oleh karena itu kami harus memberikan down payment 30% dan itu sudah kami lakukan untuk semua produk yang kami beli," ujarnya.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanannya

Reaksi Negatif terhadap Rencana Impor

Rencana impor pick up dari India sebelumnya mendapatkan kritik keras dari berbagai pihak. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menekankan pentingnya penundaan rencana impor 105.000 mobil dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dia menambahkan bahwa diskusi rinci mengenai penundaan ini perlu dilakukan dengan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerjanya ke luar negeri. Hal ini menunjukkan adanya keprihatinan di kalangan legislator terkait dampak impor terhadap industri otomotif lokal.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga menyuarakan keprihatinan yang sama, menyerukan agar rencana impor dibatalkan. Mereka argue bahwa impor kendaraan dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dapat membahayakan industri otomotif domestik.

Kepentingan Ekonomi dan Industri Otomotif

Banyak pelaku industri mengungkapkan kekhawatiran bahwa rencana impor kendaraan niaga dalam jumlah besar dapat merugikan industri otomotif nasional. Mereka khawatir kondisi ini tidak hanya akan mengakibatkan dampak ekonomi negatif, tetapi juga menghambat pertumbuhan sektor industri lokal yang harus didorong.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin, menyatakan, "Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga." Pernyataan ini mencerminkan kebutuhan untuk mempertahankan industri nasional.

Permintaan dan kekhawatiran ini muncul di tengah persaingan global di industri otomotif, di mana banyak negara sedang berusaha mendorong produk lokal agar lebih kompetitif di pasar internasional.

Baca juga: Denza Luncurkan MPV Mewah D9 dengan Harga Lebih Kompetitif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mahindra Belum Terima Notifikasi Terkait Penundaan Impor Pick Up Ke Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!