BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 10:39 WIB

Ketetapan Awal Ramadhan 2026: Sebuah Pandangan dari Berbagai Pihak

Ketetapan Awal Ramadhan 2026: Sebuah Pandangan dari Berbagai PihakKetetapan Awal Ramadhan 2026: Sebuah Pandangan dari Berbagai Pihak

Pemerintah Indonesia telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan sidang isbat yang diadakan pada 17 Februari 2026.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Namun, penetapan ini tidak tanpa perdebatan, karena Pengurus Pusat Muhammadiyah mencatat tanggal awal yang berbeda, yaitu Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan oleh Pemerintah dan Kriteria Hilal

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa penetapan awal Ramadhan dilakukan setelah memantau hilal, dan hasil pemantauan tidak memenuhi kriteria MABIMS.

Kriteria ini mencakup tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat, yang tidak terpenuhi pada saat pemantauan.

Hasil pantauan menunjukkan sudut elongasi bulan berada pada titik 0 derajat 56 menit 23 hingga 1 derajat 53 menit 36 detik, sehingga tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal.

Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan

Pandangan dari PBNU dan Muhammadiyah

PBNU mengonfirmasi hasil pemantauan hilal dan menetapkan bulan Sya'ban disempurnakan menjadi 30 hari.

Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU, menyatakan bahwa pengamatan hilal secara langsung menjadi dasar penetapan ini dan mendukung keputusan tersebut melalui perhitungan dari empat mazhab syariat.

Sebaliknya, Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mengedepankan pendekatan astronomi global dalam penentuan awal bulan.

Menyikapi Perbedaan Penetapan

Mohammad Mukri, Ketua PBNU, mengimbau agar masyarakat tidak melihat perbedaan ini sebagai masalah, melainkan sebagai fenomena yang biasa terjadi.

Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah, juga menyatakan pentingnya saling menghargai dan menyikapi perbedaan secara cerdas.

Marwan Dasopang, Ketua Komisi VIII DPR RI, mengingatkan bahwa perbedaan dalam penetapan waktu beribadah adalah hal yang wajar dan tidak seharusnya menimbulkan permusuhan di masyarakat.

Baca juga: Tips Aman Berolahraga: Cara Mencegah Cedera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ketetapan Awal Ramadhan 2026: Sebuah Pandangan dari Berbagai Pihak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!