BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 19:44 WIB

Klaim Menarik Tentang Jeffrey Epstein dan Keterlibatannya dengan Intelijen Israel

Klaim Menarik Tentang Jeffrey Epstein dan Keterlibatannya dengan Intelijen IsraelKlaim Menarik Tentang Jeffrey Epstein dan Keterlibatannya dengan Intelijen Israel

Sebuah dokumen terbaru dari Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mengungkapkan klaim mengejutkan dari seorang informan FBI mengenai Jeffrey Epstein. Informan tersebut berpendapat bahwa Epstein kemungkinan merupakan mata-mata bagi Israel.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR

Klaim ini berasal dari dokumen yang mencatat keyakinan informan bahwa Epstein direkrut oleh Mossad, badan intelijen Israel, untuk menjalankan misi tertentu dalam konteks hubungan internasional yang kompleks.

Klaim Informan dan Bukti yang Diberikan

Dalam dokumen tersebut, informan yang dikenal sebagai sumber informasi rahasia (CHS) menyatakan keyakinan bahwa Epstein terlibat dalam kegiatan intelijen untuk Israel. 'CHS menjadi yakin Epstein merupakan agen badan intelijen Israel, Mossad yang direkrut,' tulis dokumen tersebut.

Selain itu, informan tersebut juga merekam percakapan antara Epstein dan pengacara ternamanya, Alan Dershowitz. Dalam percakapan tersebut, Dershowitz diduga dihubungi oleh Mossad untuk melakukan evaluasi lebih lanjut mengenai Epstein.

Klaim ini menambah kerumitan pada hubungan internasional, mengingat keterlibatan Israel dalam berbagai isu global.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Membuka Era Baru dalam Perawatan Keguguran

Hubungan Epstein dengan Elit Politik dan Keuangan

Laporan lebih lanjut menyebutkan bahwa Dershowitz pernah mengungkapkan keinginan untuk menjadi agen intelijen Israel di masa mudanya. Pernyataan ini menambah spekulasi tentang kemungkinan keterlibatan mereka dengan agen-agen intelijen.

Dokumen juga mencatat pernyataan Dershowitz kepada Jaksa AS Distrik Selatan Florida, Alex Acosta, tentang hubungan Epstein yang erat dengan badan intelijen Amerika Serikat serta sekutunya. Hal ini menimbulkan pertanyaan lebih jauh tentang apakah Epstein memiliki jaringan yang lebih luas.

Epstein disebutkan telah berkolaborasi dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan dilaporkan telah menjalani pelatihan dibawah arahan Barak, yang kian memasukkan unsur politik dalam skandal ini.

Kontroversi seputar Kasus Epstein

Kasus Epstein mencuat kembali setelah kematiannya di tahanan pada tahun 2019, di mana ia meninggal saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Kematian ini menimbulkan berbagai spekulasi dan kritik terhadap penanganan kasusnya.

Sebelumnya, Epstein pernah mengaku bersalah pada tahun 2008 di pengadilan Florida terkait tuduhan perekrutan anak di bawah umur untuk prostitusi, dengan hukuman yang dianggap ringan. Kesepakatan hukuman tersebut menuai banyak kritik, dikenal dengan sebutan 'kesepakatan istimewa'.

Dokumen terbaru ini juga menyebut sejumlah nama tokoh penting lainnya, termasuk Dershowitz, yang mengindikasikan bahwa jaringan perdagangan seks Epstein mungkin melibatkan elite politik dan tokoh keuangan di tingkat tinggi.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Klaim Menarik Tentang Jeffrey Epstein dan Keterlibatannya dengan Intelijen Israel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!