Perayaan Ulang Tahun Jennie BLACKPINK Memicu Kontroversi di Media Sosial
Jennie BLACKPINK baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-30, namun perayaan tersebut mendapatkan sorotan tajam dari netizen.
Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan
Aksinya yang meniup lilin dengan gestur menyerupai merokok menjadi perbincangan hangat di media sosial sejak video tersebut diunggah.
Video yang diunggah pada 16 Januari menunjukkan Jennie memegang kue ulang tahun sambil mengenakan kacamata hitam dan bando karakter lucu. Ketika ia menjelang momen meniup lilin, tindakan memasukkan lilin ke dalam mulutnya mirip gaya seorang perokok memicu reaksi dari netizen.
Sikap tersebut menarik perhatian, khususnya mengingat Jennie sebelumnya pernah mengisap rokok elektrik di depan publik. Hal ini memunculkan kembali isu tanggung jawab yang dimiliki seorang figur publik terhadap pengaruh perilaku mereka.
Banyak netizen berkomentar tentang perlunya Jennie lebih berhati-hati dalam penampilan publik mengingat pengaruh besar yang dimilikinya. Kritikan ini seakan mencerminkan harapan masyarakat akan etika yang lebih baik dari seorang selebriti.
Baca juga: Beware of Hidden Sugars in Your Favorite Foods
Meski banyak kritik muncul, sebagian netizen justru memberikan pandangan yang berbeda. Mereka menilai bahwa perayaan semacam ini adalah hal biasa di media sosial, sehingga seharusnya tidak menjadi masalah jika tidak benar-benar merokok.
Salah satu komentar dari pengguna media sosial menyebutkan, 'Itu hanya perayaan ulang tahun yang sedang tren. Apa masalahnya jika itu bukan rokok?'. Pernyataan ini menunjukkan bahwa tidak semua tindakan Jennie dianggap negatif oleh publik.
Perdebatan ini menyoroti kompleksitas hubungan antara penggemar dan artis, di mana satu aksi bisa menimbulkan kritik, namun juga dukungan dari mereka yang memahami konteks penuh tindakan tersebut.
Insiden sebelumnya ketika Jennie mengisap rokok elektrik di ruangan pada tahun 2024 di Pulau Capri juga menciptakan polemik. Dalam video yang beredar, dia terlihat mengembuskan asap ke arah wajah staf yang sedang meriasnya.
Usai insiden tersebut, agensinya pun mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta maaf dan mengonfirmasi bahwa Jennie telah merenungkan kebiasaannya. 'Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang merasa tidak nyaman dengan tindakan Jennie,' ungkap perwakilan agensi.
Pernyataan tersebut menggambarkan upaya mereka untuk menangani dampak negatif dari perilaku Jennie, serta menegaskan pentingnya kesadaran akan tanggung jawab publik yang harus diemban seorang figur publik.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: