BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 16 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Ancaman Besar bagi Industri Kreatif: 49,5 Juta Penonton Akses Film Bajakan di Indonesia

Ancaman Besar bagi Industri Kreatif: 49,5 Juta Penonton Akses Film Bajakan di IndonesiaAncaman Besar bagi Industri Kreatif: 49,5 Juta Penonton Akses Film Bajakan di Indonesia

Industri kreatif Indonesia sedang menghadapi tantangan serius akibat maraknya pembajakan film. Data terbaru mengungkapkan bahwa 49,5 juta penonton terjun ke dunia film bajakan, yang berujung pada kerugian hingga Rp30 triliun.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanannya

Situasi ini menciptakan ketidakseimbangan di tengah ekosistem digital, di mana satu pelanggan layanan streaming legal dihadapkan pada 2,29 pengguna yang mengakses konten secara ilegal. Tanpa langkah nyata, proyeksi kerugian bagi industri film dan konten digital diperkirakan bisa mencapai Rp30 triliun pada tahun 2030.

Dampak Pembajakan Terhadap Industri Kreatif

Data dari Asosiasi Video Streaming Indonesia (Avisi) dan Universitas Pelita Harapan (UPH) menunjukkan dampak negatif besar dari pembajakan digital. Hal ini menciptakan kecemasan di kalangan penyedia layanan streaming, termasuk ViISION+.

Darmawan Zaini, Chief Technology Officer VISION+, menggambarkan situasi ini dengan mengatakan, 'Ini pertama kalinya kami melihat skala pembajakan digital di Indonesia sebesar ini.'

Pembajakan tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional. Darmawan menjelaskan bahwa hal ini akan mempengaruhi lapangan kerja dan masa depan industri kreatif di Indonesia.

Baca juga: Uya Kuya Hadapi Penjarahan Rumah Setelah Viral Video Joget Anggota DPR RI

Peran Pemerintah Dalam Menangani Pembajakan

Dari sisi pemerintahan, Ketua Avisi, Hermawan Susanto, menegaskan urgensi masalah ini. Ia menyatakan, 'Kami berusaha membawa isu pembajakan ini supaya mendapat perhatian dari para stakeholder,' guna meredakan kerugian yang semakin meluas.

Agustina Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, menyoroti bahwa banyaknya penonton film bajakan menghambat investasi di sektor kreatif. Ia mencemaskan bahwa jika keadaan ini berlanjut, investor akan berpikir dua kali untuk berinvestasi.

Intervensi pemerintah dinilai krusial untuk mencegah dampak yang lebih besar sebelum situasi bertambah parah.

Ancaman Lain Terkait Pembajakan

Pembajakan menjadi masalah yang lebih besar daripada hanya sekedar isu ekonomi. Brigjen Pol Arie Ardian Rishadi, Direktur Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, mengingatkan bahwa hal ini juga merupakan ancaman bagi generasi muda.

Ia menjelaskan, 'Mengakses konten ilegal sering kali berbarengan dengan bisnis ilegal lainnya, seperti judi online dan pornografi,' menggarisbawahi kerawanan yang dapat ditimbulkan.

Safriansyah Yanwar Rosyadi, Direktur Pengendalian Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, menekankan perlunya pengawasan di platform media sosial. Ia menyampaikan, 'Ada langkah-langkah teguran satu, dua, hingga tiga. Jika tidak ada tindakan dari mereka, kami akan memberikan sanksi.'

Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ancaman Besar bagi Industri Kreatif: 49,5 Juta Penonton Akses Film Bajakan di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!