BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 15 JANUARI 2026 • 13:29 WIB

Kekerasan di Sekolah: Guru SMK Negeri 3 Jambi Jadi Korban Pengeroyokan Siswa

Kekerasan di Sekolah: Guru SMK Negeri 3 Jambi Jadi Korban Pengeroyokan SiswaKekerasan di Sekolah: Guru SMK Negeri 3 Jambi Jadi Korban Pengeroyokan Siswa

Seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Agus Saputra, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa pada Selasa, 13 Januari 2026. Insiden yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut mencuat ke publik setelah sebuah video viral di media sosial.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word

Dalam video tersebut, Agus terlihat berusaha membubarkan kerumunan siswa dengan menunjukkan celurit. Kejadian ini memicu berbagai reaksi dan diskusi seputar penanganan konflik antara guru dan siswa di lingkungan pendidikan.

Rincian Kejadian di Kelas

Menurut Agus Saputra, insiden ini bermula saat ia meminta penjelasan dari seorang siswa yang telah menegurnya dengan kata-kata kasar. "Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya," ujarnya.

Ketika Agus meminta siswa tersebut untuk mengaku, siswa tersebut justru menantangnya, yang berujung pada Agus menampar wajah siswa. Agus menjelaskan bahwa tindakan itu adalah respons dari situasi tegang dan bukan bentuk kekerasan.

"Saya refleks menampar muka dia," tegas Agus, yang ingin menekankan bahwa tujuannya adalah mendidik, bukan melakukan kekerasan.

Baca juga: Tips Aman Berolahraga: Cara Mencegah Cedera

Mediasi Guru dan Siswa yang Tidak Berhasil

Setelah insiden ini, mediasi dilakukan oleh guru-guru lain untuk meredakan ketegangan di antara siswa dan Agus. Namun, beberapa siswa menganggap bahwa Agus telah menghina mereka, terutama saat ia menyebutkan kata 'miskin'.

Agus membantah tuduhan itu, menjelaskan bahwa pernyataannya sebenarnya dimaksudkan sebagai motivasi. "Saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek," tambah Agus.

Selama proses mediasi, Agus memberi pilihan bagi siswanya, termasuk opsi untuk membuat petisi jika tidak ingin dia mengajar lagi. Namun, permintaan siswa agar Agus meminta maaf justru memicu kebuntuan dalam diskusi.

Penanganan Pasca Kejadian

Setelah mediasi yang berjalan buntu, Agus melanjutkan perjalanan ke ruang guru saat pengeroyokan terjadi. "Di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh saya," kata Agus mengenai situasi tersebut.

Ia kemudian melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, berharap agar ada tindak lanjut yang menyelesaikan masalah ini. Akibat pengeroyokan, Agus mengalami beberapa memar, termasuk di bagian pipi.

Kasus ini menimbulkan perhatian besar di kalangan sekolah dan masyarakat, memicu diskusi mengenai cara penanganan konflik antara guru dan siswa yang tepat dan edukatif.

Baca juga: Destinasi Menakjubkan untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kekerasan di Sekolah: Guru SMK Negeri 3 Jambi Jadi Korban Pengeroyokan Siswa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!