Kecaman Internasional untuk Tindakan Bonnie Blue Terhadap Bendera Merah Putih
Bintang film dewasa asal Inggris, Bonnie Blue, tengah menjadi perhatian setelah melecehkan bendera Merah Putih di depan Kedutaan Besar RI di London.
Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Kementerian Luar Negeri RI telah mengambil langkah tegas dengan melaporkan insiden tersebut kepada otoritas Inggris untuk menjaga kehormatan bangsa.
Bonnie Blue, yang dikenal luas melalui platform OnlyFans, menimbulkan perdebatan publik setelah menyeret bendera nasional Indonesia di depan Kedutaan Besar RI di London. Tindakan ini dianggap sebagai provokasi serius yang dapat menyinggung perasaan masyarakat Indonesia.
Yvonne Mewengkang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, dengan tegas menyatakan bahwa 'bendera Merah Putih merupakan simbol kedaulatan, kehormatan, dan identitas bangsa yang wajib dihormati oleh siapa pun di mana pun berada.' Penegasan ini menunjukkan betapa pentingnya menghormati simbol negara dalam konteks internasional.
Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan
Menyusul insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri RI segera melapor kepada otoritas Inggris, termasuk Kementerian Luar Negeri Inggris dan kepolisian setempat. Mereka berharap langkah ini bisa membantu penanganan lebih lanjut yang sesuai dengan hukum yang berlaku.
Lebih lanjut, Kementerian menyoroti bahwa tindakan yang dilakukan Bonnie Blue tidak hanya mengotori bendera, tetapi juga menghina martabat bangsa yang telah diperjuangkan dengan susah payah oleh generasi sebelumnya.
Sebelum aksinya di London, Bonnie Blue sempat ditangkap dan dideportasi dari Bali. Ia bersama 14 orang asing lainnya ditahan karena diduga terlibat dalam produksi konten yang melanggar undang-undang pornografi, meskipun dalam akhir kasus tersebut tidak ada dakwaan yang dikenakan terkait pornografi.
Bagaimanapun, Bonnie Blue melanggar aturan visa, karena memasuki Indonesia dengan visa pariwisata namun terlibat dalam kegiatan komersial. Saat proses deportasi berlangsung, ia meremehkan situasi tersebut dengan mengatakan, 'Saya kaya dan memiliki pengacara bagus, apakah Anda benar-benar pikir saya akan menghadapi hukuman penjara?'
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: