Netflix dan Liga Champions: Strategi Baru dalam Penyiaran Olahraga
Netflix mengumumkan ketertarikan mereka untuk membeli hak siar Liga Champions, yang diharapkan dapat meningkatkan pemasukan UEFA dalam beberapa tahun ke depan.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Kerjasama antara UEFA dan Asosiasi Klub Eropa melalui joint-venture bernama UC3 akan mengikuti lelang hak siar di lima negara besar pada 13 Oktober.
UEFA berupaya merubah cara penjualan hak siar Liga Champions untuk membuat turnamen ini lebih global, mulai musim 2027/2028.
Saat ini, UEFA telah mengumpulkan 5 miliar euro dari penjualan hak siar dan berencana untuk melampaui angka tersebut dengan melibatkan penyedia jasa streaming global.
Langkah ini bertujuan agar Liga Champions bisa dinikmati oleh lebih banyak penonton di seluruh dunia, seiring dengan peningkatan pendapatan dari siaran.
Proses lelang hak siar yang diumumkan menandai inovasi terbaru yang diambil UEFA untuk memperkuat posisinya di industri olahraga.
Netflix menghadapi persaingan ketat dalam membeli hak siar Liga Champions dari penyedia layanan streaming lainnya seperti Amazon dan Apple.
Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan
Kedua perusahaan ini juga tertarik dalam siaran olahraga, dengan Amazon telah menayangkan pertandingan Liga Champions di beberapa negara Eropa, sedangkan Apple TV telah membeli hak siar Major League Soccer.
DAZN juga menjadi salah satu pemain penting di pasar ini, menyiarkan pertandingan Piala Dunia Antarklub 2025, menunjukkan meningkatnya kompetisi di sektor penyiaran olahraga.
Meskipun Netflix baru memasuki aspek streaming olahraga, mereka telah menunjukkan komitmen dalam mengembangkan konten dengan membeli hak siar Piala Dunia Wanita untuk tahun 2027 dan 2031.
Langkah Netflix untuk terjun ke pasar Liga Champions dinilai logis mengingat keberhasilan mereka dalam menyiarkan event olahraga yang lebih kecil.
Ketertarikan besar mereka untuk menayangkan Liga Champions berpotensi mengubah pasar siaran dan memberikan alternatif baru bagi penonton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: